Keamanan Sistem Komputer dalam Bidang E-Commers
Nama :
Beatrice Angela Elfrida Sinaga
NIM :
201731168
Kode Mata Kuliah : C31040319
Mata Kuliah : Keamanan Sistem Komputer
Nama Kelompok 6 :
1.
Khoirusyifa 2017-31-122
2.
Beatrice Angela Elfrida S 2017-31-168
3.
Hesti Meila Astuti 2017-31-191
4.
Erzunian Maulidy Iswonda 2017-31-219
5.
Arif Gunawan 2017-31-220
A. Algoritma
1.
Deskripsikan hubungan KSK dengan Kriptografi
Algoritma Kelompok!
Jawaban:
Dikelompok saya, yaitu Kelompok 6 menggunakan Algoritma
Kriptografi DES (ata Encryption Standard).
Dewasa
ini, Zaman sudah semakin berkembang sehingga manusia diharuskan untuk
melaksanakan segala sesuatunya dengan lebih cepat dan lebih baik. Hal ini
diharuskan karena kegiatan manusia yang sangat banyak dan beragam sehingga
dibutuhkan kerja yang cepat dan efisien agar semua perkejaan dan kewajiban kita
dapat terlaksana. Untuk mengimbangi kebutuhan manusia yang sangat banyak dan
beragam itu, maka dikembangkanlah teknologi yang diharapkan dapat memudahkan
kita dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Dampak
dari teknologi ini pun juga semakin terasa seiirng perkembangannya yang sangat
pesat. Banyak penemuan-penemuan baru yang muncul setiap tahunnya. Salah satu
contoh pemanfaatan teknologi yang paling banyak dimanfaatkan oleh manusia
adalah sistem pembayaran yang dilaksanakan secara online atau E-Commerce. Kemudahan dalam pembayaran secara online
ini menyebabkan sirkulasi uang yang terjadi sangatlah cepat oleh karena itu,
Bank selaku badan penegelola keungan yang resmi harus menciptakan sistem yang
baik, aman dan efisien untuk memfasilitasi, mengawasi dan memproteksi
perputaran uang yang sangat cepat ini agar tidak terjadi kejahatan-kejahatan
yang dapat merugikan banyak pihak.
Agar
kejahatan-kejahatan tersebut dapat dihindarkan, maka bank juga harus memiliki sistem
keamanan yang sangat baik sehingga para penjahat, baik itu penjahat cyber atau bukan tidak
bisa mengganggu aktivitas dari bank itu sendiri. Khusus untuk proteksi terhadap
kejahatan cyber, bank mengimplementasikan ilmu-ilmu yang dipelajari dalam bidang
kriptografi. Karena ilmu kriptografi adalah ilmu yang mempelajari matematika
yang bertujuan untuk menjaga aspekaspek keamanan informasi seperti kerahasiaan
data, keabsahan data, autentikikasi data dan integritas data (Menezes, 1996).
Pengguna transaksi online
atau e-commerce semakin meningkat dari waktu ke waktu. Salah satu
bentuk perlindungan pada transaksi e-commerce pada saat ini dapat
dilakukan dengan melakukan konfirmasi transaksi melalui
sms. Namun ada beberapa resiko atau kerugian jika kita menggunakan sms untuk
konfirmasi transaksi padae-commerce. Termasuk didalamnya pemberian informasi
dan data pengguna yang akan di konfirmasi kebenaran datanya
pada bagian akhir transaksi melalui authentifikasi pengguna. Meskipun teknologi
enkripsi menawarkan hal tersebut, namun pemberian keamanan transaksi pada
e-commerce adalah suatu pilihan untuk digunakan, ataubahkan sama sekali tidak
digunakan.
Hal ini disebabkan
banyaknya merchants atau toko yang merasa tidak memerlukan suatu system
keamanan yang baik. Sejak sistem keamanan melindungi data dan informasi yang
akandikirimkan pada transaksi, banyak toko atau merchants yang mengakses
data-data penting seperti informasi padakartu kredit atau kartu debit.
Penyimpanan data kartu kredit atau debit yang tidak terenkripsi dengan baik,
akanmemberikan resiko yang tinggi terhadap pencurian atau bahkan penggunaan
data-data yang tidak pada tempatnya.
2.
Jelaskan tentang Algoritma kelompok mulai dari:
pengertian, sejarah, cara kerjanya (proses enkripsi dan proses deskripsi),
gambarkan flowchart berikut penjelasannya!
Jawaban:
DES
(Data Encryption Standard) adalah algoritma cipher blok
yang populer karena dijadikan standard algoritma enkripsi kunci-simetri,
meskipun saat ini standard tersebut telah digantikan dengan algoritma yang baru, AES, karena DES sudah dianggap tidak aman lagi.
Sebenarnya DES adalah
nama standard enkripsi simetri, nama algoritma enkripsinya sendiri adalah DEA (Data Encryption Algorithm), namun nama DES lebih
populer daripada DEA. Algoritma DES dikembangkan di IBM dibawah kepemimpinan W.L. Tuchman pada tahun
1972. Algoritma ini didasarkan pada algoritma Lucifer yang dibuat oleh Horst Feistel. Algoritma
ini telah disetujui oleh National Bureau of Standard
(NBS) setelah penilaian kekuatannya oleh National Security Agency (NSA) Amerika Serikat.
DES termasuk ke dalam sistem kriptografi simetri
dan tergolong jenis cipher blok.
DES beroperasi pada ukuran blok 64 bit. DES mengenkripsikan 64 bit plainteks
menjadi 64 bit cipherteks dengan menggunakan 56 bit kunci internal (internal key) atau upa-kunci (subkey). Kunci internal dibangkitkan dari kunci
eksternal (external key) yang
panjangnya 64 bit.
Algoritma DES :
Secara umum, algoritma DES terbagi menjadi 3 kelompok di
mana kelompok yang satu dengan yang lain saling berinteraksi dan terkait antara
satu dengan yang lain. Kelompok-kelompok tersebut adalah :
Pemrosesan kunci, enkripsi data 64 bit, dan dekripsi data 64 bit.
Algoritma DES dirancang untuk menulis dan membaca berita
blok data yang terdiri dari 64 bit di bawah kontrol kunci 64 bit. Dalam
pembacaan berita harus dikerjakan dengan menggunakan kunci yang sama dengan
waktu menulis berita, dengan penjadualan alamat kunci bit yang diubah sehingga
proses membaca adalah kebalikan dari proses menulis.
Sebuah blok ditulis dan ditujukan pada permutasi dengan
inisial IP, kemudian melewati perhitungan dan perhitungan tersebut sangat
tergantung pada kunci kompleks dan pada akhirnya melewati permutasi yang invers
dari permutasi dengan inisial IP-1.
Perhitungan yang tergantung pada kunci tersebut dapat
didefinisikan sebagai fungsi f, yang disebut fungsi cipher dan fungsi KS, yang disebut
Key Schedule.
Sebuah dekripsi perhitungan diberikan pada awal,
sepanjang algoritma yang digunakan dalam penulisan pesan. Berikutnya,
penggunaan algoritma untuk 3 pembacaan pesan didekripsikan. Akhirnya, definisi
dari fungsi cipher f menjadi fungsi seleksi Si dan fungsi permutasi adalah P.
IMPLEMENTASI DES/PROSES DES
Untuk mengenkrip atau mendekripsi lebih dari 64 bit ada 4
model resmi yang telah ditetapkan oleh FIPS PUB 81. Salah satu model yang
digunakan adalah untuk memeriksa proses dekripsi di atas untuk masing-masing
blok secara berurutan. Model ini disebut model Electronic Code Book (ECB).
Kelebihan dari metode ini adalah melakukan XOR masing-masing blok plaintext
dengan blok ciphertext sebelumnya untuk proses enkripsi. Model ini dinamakan
Cipher Block Chaining (CBC). Dua model yang lain adalah Output Feedback (OFB)
dan Cipher Feedback (CFB).
Algoritma DES juga dapat digunakan untuk menghitung
checksum sampai panjang 64 bit. Jika jumlah data dalam bit dikenai checksum
bukan perkalian 64 bit, maka blok data yang terakhir diberi angka 0. Jika data
itu berupa data ASCII, maka bit pertama dari dari
beberapa bit yang lain diberi nilai 0.
Sistem algoritma data encryption standard (DES) ini terdapat tiga proses
utama, yaitu proses inisialisasi kunci internal untuk setiap iterasi, proses
enkripsi plaintext menjadi chipertext dan proses dekripsi chipertext menjadi
plaintext.

Flowchart
Proses Enkripsi Data Encryption Standard (DES)
Flowchart Proses Dekripsi Data Encryption Standard (DES)
3.
Berikan deskripsi dari studi kasus terkait tema
kelompok dan pada bagian mana dari studi kasus tersebut Algoritma Kelompok
diterapkan!
Jawaban:
Seorang warga negara Indonesia diduga terlibat kasus
penipuan terhadap seorang warga negara Amerika Serikat melalui penjualan
online. Kasus ini terungkap setelah Markas Besar Kepolisian mendapat laporan
dari Biro Penyelidik Amerika Serikat (FBI).
FBI menginformasikan tentang adanya penipuan terhadap
seorang warga negara Amerika yang berinisial JJ, yang diduga dilakukan oleh
seorang yang berasal dari Indonesia yang berinisial MWR. Tersangka memanfaatkan website www.audiogone.com yang
memuat iklan penjualan barang elektronik melalui pembelian online. MWR menghubungi JJ melalui email untuk
membeli barang yang ditawarkan dalam website itu, selanjutnya kedua belah pihak sepakat untuk
melakukan transakasi jual beli online. Pembayaran dilakukan dengan cara
transfer dana menggunakan kartu kredit di salah satu bank Amerika. Setelah MWR mengirimkan barang bukti
pembayaran melalui kartu kredit, maka barang yang dipesan MWR dikirimkan oleh
JJ ke Indonesia.
Kemudian, pada saat JJ melakukan klaim pembayaran di
Citibank Amerika, tapi pihak bank tidak dapat mencairkan pembayaran karena
nomor kartu kredit yang digunakan tersangka bukan milik MWR atau Haryo
Brahmastyo. Korban JJ merasa tertipu dan dirugikan oleh tersangka MWR, sebab MWR menggunakan identitas palsu yaitu
menggunakan KTP dan NPWP orang lain.
4.
Berikan sintaks dari Algoritma (proses enkripsi dan
deskripsi) kelompok dengan bahasa pemrograman yang dipilih!
Jawaban:
ENKRIPSI DATA
64 BIT
Sebelum kita membuat diagram
blok tentang alur enkripsi data 64 bit, sebelumnya disusun terlebih dahulu
algoritma yang menunjang adanya enkripsi data 64 bit tersebut. Algoritma ini
nantinya akan sangat berguna sekali pada waktu implementasi pada program.
Adapun algoritmanya adalah sebagai berikut :
• Ambillah blok data sebanyak 64 bit tersebut. Apabila kita dalam mengambil
blok data kurang dari 64 bit, maka perlu adanya penambahan supaya dalam
penggunaannya sesuai dengan jumlah datanya.
• Bentuklah permutasi awal (Initial Permutation, IP) pada blok data 64 bit
tadi dengan memperhatikan permutasi berikut ini.
Initial Permutation
58 50 42 34 26 18 10 2 60 52 44 36 28 20 12 4 62 54 46 38 30 22 14 6 64 56
48 40 32 24 16 8 57 49 41 33 25 17 9 1 59 51 43 35 27 19 11 3 61 53 45 37 29 21
13 5 63 55 47 39 31 23 15 7
• Blok data tersebut dan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu 32 bit pertama
disebut L[0] dan 32 bit kedua disebut R[0].
• Ke 16 sub kunci dioperasikan dengan blok data, dimulai dengan j=1 dan
terbagi menjadi cara-cara berikut ini :
• R[j – 1] dikembangkan menjadi 48 bit menurut fungsi pemilihan ekspansi
berikut :
Expansion (E)
32 1 2 3 4 5 4 5 6 7 8 9 8 9 10 11 12 13 12 13 14 15 16 17 16 17 18 19 20
21 20 21 22 23 24 25 24 25 26 27 28 29 28 29 30 31 32 1
•Kemudian langkah berikutnya adalah : E (R[j – 1]) di XOR dengan K[j].
• Hasil E(R[j -1]) XOR K[j] dipecah menjadi delapan blok 6-bit. Kelompok
bit 1 – 6 disebut B[1], bit 7 – 12 disebut B[2], dan seterusnya bit 43-48
disebut B[8].
• Jumlah bit dikurangi dengan penukaran nilai-nilai yang ada dalam table S
untuk setiap B[j]. Dimulai dengan j = 1, setiap nilai dalam tabel S memiliki 4
bit. Adapun langkah-langkah dalam tahap
ini adalah sebagai berikut :
ü Ambil bit ke 1 dan ke 6 dari B[j]
bersama-sama menjadi nilai 2 bit, misalkan m, yang menunjukkan baris dalam
tabel S[j].
ü Ambil bit ke 2 hingga 5 dari B[j] sebagai
nilai 4 bit, misalkan n, yang menunjukkan kolom dalam S[j].
ü Hasil proses ini adalah S[j][m][n] untuk
setiap B[j] sehingga iterasi yang diperlukan sebanyak 8 kali. Hasil ini sering
disebut juga substitution box. Nantinya akan ada substitution box sebanyak 8
buah iterasi. Perhatikan masing-masing tabel berikut ini.



•Permutasi dilakukan kembali pada kombinasi
hasil substitusi di atas S[1][m1][n1] sampai dengan S[8][m2][n2] dengan
memperhatikan keterangan berikut ini :
Permutation P
16 7
20 21 29 12 28 17 1 15 23 26 5 18 31 10 2 8 24 14 32 27 3 9 19 13 30 6 22 11 4
25
• Hasil permutasi kemudian di XOR dengan
L[j-1], selanjutnya hasil ini menjadi R[j]. Perhatikan rumus berikut ini :
R[i]=L[i -1]
XOR P(S[1](B[1]) …. S[8](B[8])
B[j] merupakan blok 6 bit hasil kombinasi R(R[i – 1])
XOR
K[i]. Fungsi
ini bisa ditulis sebagai berikut : R[i]=L[i -1] XOR
f (R[i -1],
K[i])
L[i]=R[i-1]
• Ulangi kembali ke langkah paling atas
hingga K[16]
• Permutasi akhir dilakukan kembali dengan
tabel permutasi yang merupakan invers dari permutasi awal. Perhatikan permutasi
berikut ini :
Final
Permutation (IP**-1)
40 8
48 16 56 24 64 32 39 7 47 15 55 23 63 31 38 6 46 14 54 22 62 30 37 5 45 13 53
21 61 29 36 4 44 12 52 20 60 28 35 3 43 11 51 19 59 27 34 2 42 10 50 18 58 26
33 1 41 9 49 17 57 25
Adapun diagram
blok dari enkripsi data 64 bit yang sudah dibuat algoritma di atas, dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.

5.
Berikan link dari blog Anggota kelompok lain
Jawaban:
1)
Khoirusyifa :
2)
Beatrice Angela Elfrida S : tricekskdalambidangecommers.blogspot.com
3)
Hesti Meila Astuti :
4)
Erzunian Maulidy Iswonda: rzux.blogspot.com
5)
Arif Gunawan :
Arifgunawan10.blogspot.com
6.
Berikan referensi sumber dari materi
Jawaban :
Wikipedia.
(2006). Triple DES. http://en.wikipedia.org/wiki/Triple_DES
B. Analisa Algoritma
1.
Deskripsikan hubungan KSK dengan Kriptografi
Algoritma Kelompok dan Algoritma lain yang memiliki kemiripan cara kerja!
Jawaban:
Perdagangan elektronik (e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer
dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori
otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri
teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari
e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti:
transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran
elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan
transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih
luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian
mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi
jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer
yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk
e-dagang ini.
Perusahaan
yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Amazon.com dan PayPal. Bidang perdagangan elektronik di Indonesia sendiri mulai
menggeliat sejak hadirnya usaha rintisan yang bergerak di bidang perdagangan
elektronik seperti elevenia, Lazada, bukalapak, tokopedia.
2.
Jelaskan tentang Algoritma kelompok lain mulai
dari: (pengertian, sejarah cara kerjanya (proses enkripsi dan proses
deskripsi), gambarkan flowchart berikan penjelasan!
Jawaban:
Disini menurut saya ada
beberapa Algoritma yang memiliki kesamaan dalam bidang E-Commerce, terlebih
lagi melibatkan internet sebagai penghubungnya. Sebagai contohnya pada kelompok
1 yang menggunakan Algoritma Kriptografi
RSA, kelompok 7 yang menggunakan Algoritma Kriptografi IDEA
Tetpi menurut saya yang
paling memiliki kemiripan dengan Kelompok saya yaitu Kelompok 6 adalah Algoritma
IDEA (International
Data Encryption Algorithm). Sebab sebenarnya DES adalah nama standard
enkripsi simetri, nama algoritma enkripsinya sendiri adalah DEA (Data Encryption Algorithm), namun nama DES lebih
populer daripada DEA.
Algoritma penyandian
IDEA (International Data Encryption Algorithm) muncul pertama kali pada tahun
1990 yang dikembangkan oleh ilmuwan Xueijia Lai dan James L Massey. Algoritma
utama dari sistem kriptografi IDEA adalah sebagai berikut :
1. Proses
enkripsi : ek(M) = C
2. Proses
dekripsi : dk(C) = M
Dimana :
E = adalah fungsi enkripsi
D = adalh fungsi dekripsi
M = adalah pesan terbuka
C = adalah pesan rahasia
K = adalah kunci enkripsi atau dekripsi
IDEA (International
Data Encryption Algorithm) merupakan algoritma simetris yang beroperasi
pada sebuah blok pesan terbuka dengan lebar 64-bit. Dan menggunakan kunci
yang sama , berukuran 128-bit, untuk proses enkripsi dan dekripsi. Pesan
rahasia yang dihasilan oleh algoritma ini berupa blok pesan rahasia dengan
lebar atu ukuran 64-bit.
Pesan dekripsi
menggunakan blok penyandi yang sama dengan blok proses enkripsi dimana kunci
dekripsinya diturunkan dari dari kunci enkripsi.
Algoritma ini
menggunakan operasi campuran dari tiga operasi aljabar yang berbeda, yaitu XOR,
operasi penjumlahan modulo 216 dan operasi
perkalian modulo ( 216 + 1 ) . Semua operasi ini digunakan dalam
pengoperasian sub-blok 16-bit.
Proses enkripsi dari
metoda IDEA terdiri dari 8 iterasi (putaran) ditambah satu putaran transformasi
output. Proses ini memiliki input data plaintext 64 bit yang
identik dengan 16 digit heksadesimal atau 8 karakter.
Proses dekripsi
merupakan kebalikan dari proses enkripsi. Proses dekripsi menggunakan algoritma
yang sama dengan proses enkripsi.
Pada proses enkripsi, algoritma IDEA ini
ditunjukkan oleh gambar di atas, terdapat tiga operasi yang berbeda untuk
pasangan sub-blok 16-bit yang digunakan, sebagai berikut:
XOR dua sub-blok 16-bit
bir per bit, yang disimbolkan dengan tanda
Penjumlahan integer
modulo (216 + 1) dua sub-blok 16-bit , dimana edua sub-blok itu dianggap
sebagai representasi biner dari integer biasa, yang disimbolkan.
Perkalian modulo (216 +
1) dua sub-blok 16-bit, dimana kedua sub-blok 16-bit itu dianggap sebagai
representasi biner dari integer biasa kecuali sub-blok nol dianggap mewakili
integer 216 , yang disimbolkan dengan tanda . Blok pesan terbuka dengan lebar
64-bit , X, dibagi menjadi 4 sub-blok 16-bit, X1, X2, X3, X4, sehingga X = (X1,
X2, X3, X4). Keempat sub-blok 16-bit itu ditransformasikan menjadi sub-blok
16-bit, Y2, Y2, Y3, Y4, sebagai pesan rahasia 64-bit Y = (Y1, Y2, Y3, Y4) yang
berada dibawah kendali 52 sub_blok kunci 16-bit yang dibentuk dari dari blok
kunci 128 bit. Keempat sub-blok 16-bit, X1, X2, X3, X4, digunakan sebagai
masukn untuk putaran pertama dari algoritma IDEA. Dalam setiap putaran
dilakukan operasi XOR, penjumlahan, perkalian antara dua sub-blok 16-bit dan
diikuti pertukaran antara sub-blok 16-bit putaran kedua dan ketiga. Keluaran
putaran sebelumnya menjadi masukan putaran berikutnya. Setelah putaran
kedelapan dilakukan transformasi keluara yang dikendalikan oleh 4 sub-blok unci
16-bit.
Pada setiap putaran
dilakukan operasi-operasi sebagai berikut :
1) Perkalian X1
dengan sub-kunci pertama
2) Penjumlahan X2
dengan sub-kunci kedua
3) Pejumlahan X3
dengan sub kunci ketiga
4) Perkalian X4
dengan sub kunci keempat
5) Operasi XOR
hasil langkah 1 dan 3
6) Operasi XOR
hasil angkah 2 dan 4
7) Perkalian hasil
langkah 5 dengan sub-kunci kelima
8) Penjumlahan
hasil langkah 6 dengan langkah 7
9) Perkalian hasil
langkah 8 dengan sub-kunci keenam
10) Penjumlahan hasil
langah 7 dengan 9
11) Operasi XOR hasil
langkah 1 dan 9
12) Operasi XOR hasil langkah
3 dan 9
13) Operasi XOR hasil
langkah 2 dan 10
14) Operasi XOR hasil
langkah 4 dan 10
Keluaran setiap putaran
adalah 4 sub-blok yang dihasilkan pada langkah 11, 12, 13, dan 14 dan menjadi
masukan putaran berikutnya. Setelah putaran kedelapan terdapat transformasi
keluaran, yaitu :
1.
Perkalian X1 dengan sub-kunci pertama
2.
Penjumlahan X2 dengan sub-kuci ketiga
3.
Penjumlahan X3 dengan sub-kunci kedua
4.
Perkalian X4 dengan sub-kunci keempat Terahir,
keempat sub-blok 16-bit 16-bit yang merupakan hasil operasi 1), 2), 3), dan 4)
ii digabung kembali menjadi blok pesan rahasia 64-bit.
Proses dekripsi menggunakan algoritma
yang sama dengan proses enkripsi tatapi 52 buah sub-blok kunci yang digunakan
masing-masing merupakan hasil turunan 52 buah sub-blok kunci enkripsi. Tabel sub-blok kunci dekripsi yang diturunkan
dari sub-blok kunci enkripsi dapat dilihat pada tabel berikut :
Sub-blok Kunci Enkripsi Sub-blok
kunci deskripsi
Keterangan:
•
Z-1 merupakan invers perkalian modulo 216+1
dari Z, dimana Z Z-1 = 1
•
Z merupakan invers penjumlahan modulo 216 dri Z, dimana
Z Z-1 = 0
3.
Lakukan pengetesan kedua Algoritma tersebut dengan
menggunakan sintaks bahasa pemrograman yang dipilih! Dengan inputan plaintext
berupa Nama dan NIM (Proses Enkripsi dan deskripsi)!
Jawaban:
4.
Lakukan perbandingan kedua Algoritma tersebut
dengan menemukan 3 persamaan dan 3 perbedaannya!
Jawaban:
5.
Berikan link dari blog Anggota Kelompok lain
tersebut!
1. Arinil khaerah m :
2. Eka aditya :
3. Nila elmy islamy :
4. Winda novita sari :
5. Ni luh indah sukma w :
6.
Berikan referensi sumber dari materi!
Jawaban:
C. Buat kesimpulan
berdasarkan penemuan persamaan dan perbedaan pada studi kasus A dan B
Jawaban:
Dari uraian di atas, dapat
diambil kesimpulan
kelebihan algoritma IDEA
dari algoritma laindalam hal ini DES adalah:
1. Menyediakan keamanan
tingkat tinggikarena algoritma ini tidak berdasarkan penjagaan kerahasiaan
dari algoritma tersebut, tetapi lebih
kepada penjagaan
terhadap kerahasiaan kunci
yang digunakan oleh pemakai.
2. Sudah mudah untuk digunakan
oleh orang-orang dan mudah untuk dimengerti.
3. Tersedia bagi semua orang.
4. Cocok untuk digunakan
secara luas pada berbagai aplikasi.
5. Dapat secara ekonomis
diimplementasikan pada komponen elektronik (chip VLSI).
6. Dapat digunakan secara
efisien.
7. Dapat
dikirim/disebarluaskan ke seluruh dunia.
8. Sudah dilindungi hak paten
untuk mencegah pembajakan dan kejahatan



Komentar
Posting Komentar